IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS

251.  146.  Vol.2 No.2 / Ags,2021 Diterima : 4 Mei 2020 ; Dipublikasikan : 30 Ags 2021

Abstrak

Pembelajaran yang diterapkan di Sekolah saat ini sebagian besar kurang memberikan kesempatan bagi siswa untuk menemukan pemahaman materi secara mandiri. Hal ini berakibat rendahnya kreatifitas berpikir siswa, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar. Model pembelajaran penemuan terbimbing merupakan salah satu pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa dalam mengembangkan kemampuan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikeefektifan model pembelajaranpenemuan terbimbingdalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi teorema phytagoras.Jenis penelitian yaitu kuasi eksperimenyangdilaksanakan dikelas VIII 1 SMPN 5 Bengkulu Tengahsebagai kelas eksperimendankelas VIII 2sebagai kelas kontrol.Seluruh jumlah populasi pada penelitian ini dijadikan sampelyaitu sebanyak 56 siswa.Pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara acak dengan caradiundi.Data diperoleh melalui soal tes hasil belajar yang kemudiandianalisisdenganuji t.Hasil analisis data pada taraf signifikan ? = 0,5 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi teorema pythagoras yang diajarkan dengan model pembelajaran penemuan terbimbing lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajarkan tanpa model pemebelajaran penemuan terbimbing. Direkomendasikan untuk menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing sebagai salah satu alternatif dalam proses mengajar matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 

Dokumen : Unduh
Referensi

Anam, K.(2015).Pembelajaran berbasis inkuiri metode dan aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

Fajri, N.H., Johar, R., Ikhsan, M. (2016).Peningkatankemampuanspasialdanself-efficacysiswa melaluimodeldiscoverylearningberbasismultimedia. Jurnal Tadris Matematika,Vol. 9 No. 2 (Nopember)2016,Hal.180-196.

Hidayati, U.A. (2017). Melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pelajaran matematikamenggunakan pembelajaran penemuan terbimbing. TERAMPIL, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Volume 4 Nomor 2: 143-156.

Hugerat, M dan Kortam, N. (2015). Improving HOTS among Freshmen by teaching science through inquiry. Journal of Technical Education and Training (JTET). Vol 7 (2): 35-43.

Muslihah, S. 2015.Upaya Meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pendekatan realistic mathematics education (RME) pada siswa kelas VSD N I Banjarejo Tahun 2012/2013. Jurnal UM, Learning University, vol 3, No 1, 23-35.

Nurhaini, D & Wahyuni, T. (2012). Matematika konsep dan aplikasi untuk SMP/MTs.Jakarta: Pusat Perbukuan.

Nurhayati.(2014).Peningkatan efikasi diri dengan menerapkan modelpembelajaraninquiry/discovery learningsiswa kelas VII-G SMPN 07 Malang pada materi lembaga sosial. Jurnal Interaksi, Vol. 1, No.1, 54-72.

Soedjadi, R. (2012). Wajah pendidikan matematika di Indonesia.Surabaya: UNESA Press.

Susilohadi. (2016).Pengaruhmodel pembelajaran kooperatif struktural   numberd-heads together (NHT) dan gaya belajar terhadapprestasi   belajar matematika siswa kelas VIISMPSurabaya. Jurnal WahanaVol.58, Nomor 1, 124-156.

Winarni, E.W. (2018). Pendekatan ilmiah dalam pembelajaran kreatif dan inovatif. Bengkulu: FKIP UNIB.

Bagikan