ASESMEN AUTENTIK (AUTHENTIC ASESSMENT) DALAM PEMBELAJARAN

Bimas Yanto 274.  148.  Vol.2 No.1 / Mar,2021 Diterima : 13 Des 2020 ; Dipublikasikan : 25 Mar 2021

Abstrak

Rendahnya kemampuan siswa dalam berpikir kritis dilihat dari rendahnya kemampuan mengembangkan perumusan soal, menganalisa jawaban soal, dan menyelesaikan soal sesuai materi. Pembelajaran yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah pembelajaran berpusat pada siswa yang sesuai dengan karakteristik belajar IPA. Salah satunya yaitu pembelajaran quided inquiry. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran quided inquiry. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subjek pada penelitian ini adalah 32 siswa kelas V B MIN 1 Kota Bengkulu. Lembar penilaian kemampuan berpikir kritis siswa digunakan sebagai instrumen penelitian. Data dianalisis menggunakan persentase dengan total dan rata-rata skor, yang kemudian dimasukkan ke dalam kategori yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dari rata-rata 55,5 pada pra siklus menjadi 73 pada siklus I, dan meningkat mencapai 83 pada siklus II. Rekomendasi penelitian bagi guru agar menerapkan pembelajaran quided inquiry sebagai solusi atas rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. 

Dokumen : Unduh
Referensi

Aam, D. (2005). Evaluasi program community college sebagai wahana life skill education. Tesis: Universitas Negeri Yogyakarta.

Angelo, T.A (2000). Classroom assessment techniques. Diakses pada tanggal 19 Desember 2019 dari http://www.siue.edu/~deder/Assess/cat main.html

Depdiknas. (2005). Pengembangan sistem asesmen berbasis kompetensi. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.

Depdiknas. (2013). Pengembangan Kurikulum dan sistem pengujian berbasis kompetensi. Jakarta: Puskur Balitbang Depdiknas.

Kemendikbud. (2013). Pedoman umum pengembangan penilaian. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Depdiknas.

Kemendikbud. (2013). Kurikulum berbasis kompetensi. Jakarta: Puskur Balitbang Depdiknas.

Edy, H. (2004). Otonomi guru pada era kurikulum berbasis kompetensi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 11 (1): 45-53. Mataram.

Khatibah. (2011). Penelitian kepustakaan. Jurnal Iqra', 5(2): 36 - 39.

Kisyani, L. (2005). Pengembangan asesmen berbasis kompetensi dalam pembelajaran menulis. Jurnal Buana Pendidikan, 2(2): 77-82.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. 

Putrayasa,   I. B. (2013). Landasan pembelajaran. Bali: Undiksha Press.

Riwayadi, P. (2013) Pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. PLS-UM. Diakses tanggal 22 September 2019 dari http://www.imadiklus.1542 

Wiryokusumo. (2008). Pengantar teknologi pembelajaran. Jakarta: CV Rajawali.


Bagikan