PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

265.  150.  Vol.2 No.1 / Mar,2021 Diterima : 23 Des 2020 ; Dipublikasikan : 25 Mar 2021

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar Matematika siswa kelas X melalui penerapan model pembelajaran problem posing. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang telah dilaksanakan dalam tiga siklus, Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MA Al Karim Bengkulu Tengah tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 28 orang. Instrumen penelitian terdiri atas lembar observasi dan tes. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase, data observasi guru dan siswa dianalisis dengan skor total, rata-rata skor, dan kriteria, sedangkan data tes dianalisis dengan menggunakan rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil analisis menunjukan peningkatan nilai prestasi belajar untuk tiap Siklusnya, yaitu Siklus I sebesar 60,5 dengan ketuntasan belajar klasikal 32%; Siklus II diperoleh rata-rata 65,45, dengan ketuntasan belajar klasikal 60% ; Siklus III diperoleh rata-rata 72, dengan ketuntasan belajar klasikal 88%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran problem posing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehubungan dengan hal tersebut, direkomendasian untuk menerapkan project based learning dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika.


Dokumen : Unduh
Referensi

Arikunto, S. (2010). Dasar- dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi aksara.

Depdiknas. (2006). Materi pelatihan terintegrasi Buku-2; Pendekatan pembelajaran matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 

Dimyati & Mudjiono. 2002. Belajar dan pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.

Gatoto, M. 2007. Pembelajaran Matematika SMA. Jakarta: Universitas Terbuka.

Herdian. 2009. Model pembelajaran problem posing. Tersedia pada: http://herdy07.wordpress.com. Diakses pada tanggal 15 Maret 2020. 

Hudoyo, H. (2008). Strategi belajar. Malang: IKIP Malang.

Hamalik, O. (2000). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Asara.

Iskandar, M. (2004). Model-model pembelajaran matematika di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud.
Kusumah, S.Y. (2004). Model-model pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan afektif siswa sekolah menengah. Disampaikan dalam Seminar Nasional Matematika yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. 
Maharani, E. (2013). Pembelajaran Tematik. Yogyakarta:  Parasmu.
Miarso, Y. (2004). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta:  Pustekkom.
Mulyasa, E. (2007). Menjadi Guru Prefesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT.Remaja Rosda Karya Offset
Mulyono, A. (2003). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. 
Sagala, S. (2011). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sudjana, N. (2003). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 
Suherman, dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suprijono. (2014). Cooperative Learning. Pustaka Pelajar: Surabaya.
Syah, M. (2006). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Trianto. (2007). Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik. Jakarta: Pretasi Pustaka Publisher.
Wardhani, I.G.A.K. (2004). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Universitas Terbuka

Bagikan