SUPERVISI KEPALA MADRASAH DALAM PEMBUATAN MATERI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DENGAN MENGGUNAKAN TEORI TRAIT AND FACTOR UNTUK MENGARAHKAN PERENCANAAN KARIER SISWA

Jemi Sundaya 195.  94.  Vol.3 No.1 / Mar,2022 Diterima : 9 Okt 2021 ; Dipublikasikan : 24 Mar 2022

Abstrak

Pemilihan jurusan merupakan awal bagi siswa untuk merencanakan karir demi masa depan. Pilihan karier tersebut akan berkembang jika mendapat sentuhan pelayanan bimbingan konseling. Dalam bidang bimbingan dan konseling karir terdapat beberapa teori-teori tentang bimbingan konseling karir salah satunya yang dikemukakan olehTrait and Factor. Data menunjukkan jumlah siswa MAN 1 Bengkulu Utara yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih sangat rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis deskriptif yang dilakukan pada siswa kelas XI MAN 01 Bengkulu Utara dengan total populasi sebanyak 123 siswa. Sampel diambil melalui teknik random sampling sejumlah 55 siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala likert. Data dianalisis menggunakan rumus persentase mean, kemudian dikategorikan. Hail penelitian menunjukkan sebagian besar siswa sudah sesuai dalam memilih kelanjutan karir setelah tamat sekolah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa supervisi kepala madrasah dalam pembuatan materi layanan bimbingan BK dengan menggunakan teori trait and factor dapat mengarahkan perencanaan karier siswa. Direkomendasikan untuk menggunakan instrumen ini dalam mengerahkan karir siwa ke depannya. 

Dokumen : Unduh
Referensi

Bonitz, V. S., Armstrong, P. I., & Larson, L. M. (2010). RIASEC Interest and Confidence Cut off Scores: Implications for Career Counseling. Vocational Behavior, 76(2), 265.

Gorji, Z., Hatamy, A., & Khoshkonesh, A. (2011). The Relationship Between Holland;s Personality types and sensation seeking in Firemen and Clerks of Municipality. Procedia- Social and Behavioral Sciences, 15, 3737–3742.

Holland. (1997). Making Vocational Choices. New Jersey: Prentice-Hall International Inc. Hutchinson, T. P. (2014). Assessing the congruence of worker and workplace using the proximities of their RIASEC types. Australian Journal of Career Development, 23(3), 133–139.

I Nyoman Subagia Ardana, I Ketut Dharsana, K. S. (2014). Penerapan Konseling Karir Holland dengan Teknik Modeling untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa kelas X TKJ 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Jurnal UNDIKSHA, 2(1).

Miller.  (2005). Theoretical Application of Holland’s Theory to Individual Decision-making Styles: Implications for Career Counselors. Journal of Employment Counseling, 42(1), 20.

Osipow, H Samuel & Fitzgerald, L. F. (1996). Theories of Career Development (4th ed). Boston: Allyn & Bacon.

Putri, R. D., & Sari, S. P. (2018). Implementation of John Holland’s Career Theory in Guidance and Counseling. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 1(2), 126–132.

Rahmantyo, W. A. (2015). Orientasi Minat Kejuruan Pada Siswa SMA. Surakarta: Universitas Muhamadiyah.

Rahmi, A.  (2017). Konseling  Karir  Model Career  Development  Resource Centre (Cdrc) Di Perguruan  Tinggi  Untuk  Persiapan  Tenaga  Kerja  Menyongsong  Masyarakat  Ekonomi Asean (Mea). Proceeding IAIN Batusangkar, 1(1), 34–4

Rosita Irmayanti & Hendriana, H. (2020). Urgensi Bimbingan Karier di Sekolah Dasar. Abdimas Siliwangi, 3(1), 109–205.

Seddoh, K. F. (2015). Handbook on career counselling. Higher Education.

Sheldon, K. M., Holliday, G., Titova, L., & Benson, C. (2020). Comparing Holland and Self- Determination Theory Measures of Career Preference as Predictors of Career Choice. Journal of Career Assessment, 1(28), 28–42.

Sheu, H.-B., Lent, R. W., Brown, S. D., Miller, M. J., Hennessy, K. D., & Duffy, R. D. (2010). Testing the Choice Model of Social Cognitive Career Theory Across Holland Themes: A Meta-analytic Path Analysis. Journal of Vocational Behavior, 76(2), 252–264.

Winkel, W., & Hastuti, M. S. (2015). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Media Abadi.

Winkel. (2014). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi. 


Bagikan